Pemkab Berau Dukung Peluncuran Koperasi Merah Putih, 109 Koperasi Desa Siap Berkembang
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Sebanyak 109 koperasi desa di Kabupaten Berau resmi bergabung dalam program nasional Koperasi Merah Putih. Peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan se-Indonesia ini diikuti secara daring oleh Asisten I Setkab Berau, Hendratno, mewakili Bupati Berau, Senin (21/7/2025), di Ruang Rapat Diskominfo Berau.
Menurut Hendratno,
program ini menjadi peluang strategis bagi Koperasi di tingkat Desa untuk
meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
“Menurut kami ini
momentum luar biasa. Dari 80.081 Koperasi yang diluncurkan secara nasional,
Berau masuk dengan 109 Koperasi Desa. Bahkan ada dua Kampung, Batu Raja dan Apo
Indah, yang membentuk Koperasi bersama,” ungkap Hendratno.
Ia menambahkan,
peluncuran ini baru langkah awal. Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada
pembinaan, peningkatan kompetensi pengurus, serta pemahaman terkait tata kelola
koperasi.
“Bila tidak ada kendala
maka mulai Juli sampai Oktober, kita sudah masuk tahap kedua. Fokusnya adalah
pembekalan pengurus agar benar-benar memahami perkoperasian. Sosialisasi dan
pelatihan akan diadakan, sambil menunggu petunjuk teknis dari pusat,” jelasnya.
Kepala Diskoperindag
Berau, Eva Yunita, turut mendampingi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan,
Pemkab Berau akan serius memfasilitasi pelatihan dan pembinaan, termasuk
menyiapkan dukungan permodalan jika ada alokasi anggaran dari APBD perubahan.
“Nanti juga akan
terbit PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang mengatur mekanisme permodalan
koperasi. Kita tunggu itu, supaya jelas proses mendapatkan modal awalnya,”
ujarnya.
Sejauh ini, menurut
Eva, seluruh koperasi Merah Putih di Berau sudah berbadan hukum. Penyerahan
legalitas koperasi kepada perwakilan camat dilakukan pada 16 Juli 2025, dan
selanjutnya akan diteruskan ke masing-masing desa dan kelurahan.
Terkait permodalan,
berdasarkan informasi dari pusat, koperasi berpeluang mendapatkan dukungan dana
antara Rp3 hingga Rp5 miliar per koperasi. Namun, besaran tersebut akan
disesuaikan dengan analisis kebutuhan modal yang dilakukan oleh bank-bank yang
tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, dan
Mandiri.
“Untuk keberadaan proposal bisnis koperasi akan dinilai oleh bank, supaya dukungan modalnya sesuai kebutuhan dan bisa efektif untuk pengembangan usaha,” tambahnya.
Pemerintah daerah
berharap koperasi di Berau benar-benar dikelola oleh orang-orang yang kompeten
dan dipercaya masyarakat, agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.
(sep/FN)